“Awas Global Warming!”. Seruan itu kian akrab di telinga kita. Global warming menjadi isu yang paling hangat dibicarakan orang saat ini. Dari Sumatera Barat sampai ke Negeri Paman Sam, semuanya merasakan efek “global warming”. Mengapa banyak orang membicarakan soal ini dan seberapa besar dampak “global warming” bagi kehidupan kita?
“Global Warming” atau pemanasan global adalah proses perubahan alam yang ditandai dengan meningkatkan suhu permukaan bumi akibat menipisnya lapisan ozon. Ini semua terjadi salah satunya disebabkan produksi karbondioksida (CO2) yang berlebihan.
Karbondioksida adalah gas yang dihasilkan antara lain oleh knalpot kendaraan, mesin industri, bahan penyemprot, pembakaran kayu, dan perubahan tata guna lahan(Penggundulan/pembabtan hutan)
Gas ini jumlahnya kian menumpuk di lapisan atmosfer, sehingga sinar matahari yang masuk ke bumi tidak bisa dipantulkan kembali ke luar angkasa.
Nah, sinar matahari yang terjebak inilah yang menyebabkan suhu bumi memanas, sehingga mengakibatkan banjir bandang, badai tropis, angin putting beliung, sampai kekeringan.
Bumi kian memanas, namun tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan bumi. Kesempatan masih ada untuk menekan laju pemanasan global yang terjadi.
Jangan tunggu esok, mari selamatkan bumi sekarang juga!!
AKIBAT PEMANASAN GLOBAL
1. Es di daerah kutub mencair, maka permukaan air laut naik sehingga negara-negara kepulauan seperti Indonesia bisa terendam.
2. Diprediksi tahun 2050 nanti istana Negara dan Monas akan tenggelam.
3. Hasil pertanian di Asia dan Afrika akan menurun sampai 50% pada tahun 2050.
4. Hewan dan tumbuhan di daerah beriklim dingin akan berusaha keras beradaptasi dengan adanya peningkatan suhu. Hewan yang tidak dapat beradaptasi akan punah.
5. Krisis air bersih akan terjadi akibat musim kering yang berkepanjangan.
6. Penyakit yang selama ini hanya ada di negara tropis seperti malaria dan demam berdarah, akan menyebar ke negara sub tropis.
SEPULUH LANGKAH SEDERHANA
1. Matikan lampu, komputer, televisi, pendingin ruangan (AC), jika tidak digunakan. Sebagian pasokan listrik dihasilkan mesin yang menggunakan bahan bakar minyak bumi. Cermat menggunakan listrik berarti kita turut meminimalkan buangan gas CO2 ke udara.
2. Hemat air. Di antara sumber daya alam lainnya, air memang sumber daya alam terbatas. Tetapi, pemakaian air secara berlebihan dapat mengurangi pasokan air bersih.
3. Manfaatkan sarana transportasi umum. Buangan gas CO2 sebuah kendaraan pribadi setara dengan sebuah bus. Sebuah mobil paling banyak dapat mengangkut 8 orang, sementara bus mengangkut hingga 40 orang.
4. Menanam pohon. Sesekali seusai makan buah berbiji, misalnya jeruk, tebarkanlah bijinya di tanah. Pohon berfungsi menyerap gas karbondioksida di udara. Ikutlah program penghijauan di sekolah dan di rumahmu.
5. Lakukanlah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Tumpukan koran, majalah, dan buku-buku bekas sebaiknya jangan dibuang, apalagi dibakar (bikin polusi udara). Mintalah bantuan orang yang lebih dewasa untuk memberikan atau menjualnya kepada pemulung.
6. Habiskan makananmu. Tahukah kamu, sisa makan merupakan salah satu calon sampah.
7. Hemat kertas. Semakin banyak kertas dibuang, semakin banyak pohon yang ditebang.
8. Buang sampah pada tempatnya. Kebiasaan ini terdengar sepele, tetapi dampaknya sangat fatal karena sampah juga penyumbang banjir.
9. Kurangi penggunaan plastik kemasan. Plastik adalah salah satu sampah yang sulit diurai atau didaur ulang. Sampah-sampah plastik jika dibiarkan dapat menibulkan pencemaran tanah.
10. Berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk transportasi jarak dekat, selain menyehatkan juga mengurangi polusi udara.
“Global Warming” atau pemanasan global adalah proses perubahan alam yang ditandai dengan meningkatkan suhu permukaan bumi akibat menipisnya lapisan ozon. Ini semua terjadi salah satunya disebabkan produksi karbondioksida (CO2) yang berlebihan.
Karbondioksida adalah gas yang dihasilkan antara lain oleh knalpot kendaraan, mesin industri, bahan penyemprot, pembakaran kayu, dan perubahan tata guna lahan(Penggundulan/pembabtan hutan)
Gas ini jumlahnya kian menumpuk di lapisan atmosfer, sehingga sinar matahari yang masuk ke bumi tidak bisa dipantulkan kembali ke luar angkasa.
Nah, sinar matahari yang terjebak inilah yang menyebabkan suhu bumi memanas, sehingga mengakibatkan banjir bandang, badai tropis, angin putting beliung, sampai kekeringan.
Bumi kian memanas, namun tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan bumi. Kesempatan masih ada untuk menekan laju pemanasan global yang terjadi.
Jangan tunggu esok, mari selamatkan bumi sekarang juga!!
AKIBAT PEMANASAN GLOBAL
1. Es di daerah kutub mencair, maka permukaan air laut naik sehingga negara-negara kepulauan seperti Indonesia bisa terendam.
2. Diprediksi tahun 2050 nanti istana Negara dan Monas akan tenggelam.
3. Hasil pertanian di Asia dan Afrika akan menurun sampai 50% pada tahun 2050.
4. Hewan dan tumbuhan di daerah beriklim dingin akan berusaha keras beradaptasi dengan adanya peningkatan suhu. Hewan yang tidak dapat beradaptasi akan punah.
5. Krisis air bersih akan terjadi akibat musim kering yang berkepanjangan.
6. Penyakit yang selama ini hanya ada di negara tropis seperti malaria dan demam berdarah, akan menyebar ke negara sub tropis.
SEPULUH LANGKAH SEDERHANA
1. Matikan lampu, komputer, televisi, pendingin ruangan (AC), jika tidak digunakan. Sebagian pasokan listrik dihasilkan mesin yang menggunakan bahan bakar minyak bumi. Cermat menggunakan listrik berarti kita turut meminimalkan buangan gas CO2 ke udara.
2. Hemat air. Di antara sumber daya alam lainnya, air memang sumber daya alam terbatas. Tetapi, pemakaian air secara berlebihan dapat mengurangi pasokan air bersih.
3. Manfaatkan sarana transportasi umum. Buangan gas CO2 sebuah kendaraan pribadi setara dengan sebuah bus. Sebuah mobil paling banyak dapat mengangkut 8 orang, sementara bus mengangkut hingga 40 orang.
4. Menanam pohon. Sesekali seusai makan buah berbiji, misalnya jeruk, tebarkanlah bijinya di tanah. Pohon berfungsi menyerap gas karbondioksida di udara. Ikutlah program penghijauan di sekolah dan di rumahmu.
5. Lakukanlah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Tumpukan koran, majalah, dan buku-buku bekas sebaiknya jangan dibuang, apalagi dibakar (bikin polusi udara). Mintalah bantuan orang yang lebih dewasa untuk memberikan atau menjualnya kepada pemulung.
6. Habiskan makananmu. Tahukah kamu, sisa makan merupakan salah satu calon sampah.
7. Hemat kertas. Semakin banyak kertas dibuang, semakin banyak pohon yang ditebang.
8. Buang sampah pada tempatnya. Kebiasaan ini terdengar sepele, tetapi dampaknya sangat fatal karena sampah juga penyumbang banjir.
9. Kurangi penggunaan plastik kemasan. Plastik adalah salah satu sampah yang sulit diurai atau didaur ulang. Sampah-sampah plastik jika dibiarkan dapat menibulkan pencemaran tanah.
10. Berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk transportasi jarak dekat, selain menyehatkan juga mengurangi polusi udara.







